“ PLEASE MAKE ME HAPPY”
by : Arruka D.Uzushio and
Ryuusuke Akayori
Pair :
SasuFemNaru n GaaFemNaru
Rated : T+
Genre : Anything
u feel
Warning :
OOC,typo,dll,gender bender,bnyk singkatan jgn marah -w-
“dont like ? just click back “
-Happy Read-
------------------------------------------------------------------
Tampak seorang gadis yang memegangi
dadanya dengan ttapan penuh kepedihan.Gadis berambut longyellow itu hnya diam
tak bergerak dri tempat ia berpijak.Pandangannya tertuju pada seorang pemuda
berambut raven yang tengah bermesraan dengan gadis berambut merah berkacamata.
‘sampai kapan kau
akan terus membohongiku,sasuke?’batin gadis long yellow itu miris.
‘apa aku
harus merelakanmu,suke?’lanjutnya.
‘’sebaiknya aku pergi dari sini’’lirihnya pelan meninggalkan
pemuda raven itu yg masih sibuk dgn gadis nya.
‘’tadaima’’naruto,nama
gadis long yellow itu memasuki rumahnya dengan tidak semangat,wajahnya pucat
seperti tak ad darah yg mengalir di tubuhnya.
‘’okaeri,imouto’’balas
seorang pemuda long yellow bermata azure yg merupakan kakak nya,Namikaze
Deidara.
Naruto hnya tersenyum pahit dan
memasuki kamarnya.
CEKLEK
Perlahan ia memasuki
kamarnya,diedarkannya pandangannya dan pandangannya terhenti saat melihat
sebuah foto dimana ia dan sasuke tengah tersenyum bahagia di taman.
BRUK
Naruto jatuh terduduk mengingat kenangan
manis itu,ia masih bersikukuh bahwa sasuke masih miliknya.
TES
TES
TES
TES
TES
Tetes demi tetes air hangat itu meluncur
dengan bebas dr pelupuk mata naruto,membentuk aliran sungai kecil di kedua
pipinya.
‘suke,kau anggap aku ini apa?’batinnya
menambahkan.
Setelah beberapa menit ia menangis,
akhirnya mengantuk dan tertidur.Ia tak peduli jika ia tidur beralaskan lantai
kamar yg dingin.
-SKIP TIME-
Matahari mulai menampakkan rupanya dan
saatnya memulai aktivitas masing2.
‘’enghh..’’perlahan naruto membuka
matanya,menmpakkan sepasang saphire yg indah nan mempesona,namun saphire itu
nampak redup seperti langit yg mendung.Dengan langkah gontai naruto segera
menyiapkan diri menuju sekolahnya.
30 MENIT KEMUDIAN...
Setelah siap untuk ke sekolah,naruto pun
beranjak menuju ruang makan.Menghela nafas sejenak,naruto memasang senyum
selebar mungkin,berharap aniki2nya tidak akan curiga.
‘’ohayou’’sapa naruto riang dan
mendudukkan dirinya di dekat deidara.
‘’ohayou mo,imouto’’balas deidara tak
curiga sedikit pun.Tapi tidak dgn pemuda di sebelahnya.Pemuda dgn rambut oranye
kekuning-kuningan dan mata ruby yg menatap naruto tajam.
‘’ada apa dengan wajahku,kyuu-nii?’’tanya
naruto menunjuk dirinya sendiri.
‘’tidak ada’’balas pemuda bernaa lengkap
Namikaze Kyuubi itu cuek.
Mereka makan dengan tenang diselingi
candaan naruto.Tak menghiraukan kyuubi yang menatap naruto dengan pandangan
yang sulit di artikan.
‘aku akan mencari tahu apa yang
sebenarnya sudah terjadi’ batin kyuubi.
-DI KHS (Konoha High School)
‘’Ohayou
minna”seru naruto keras seraya memasang cengiran andalannya.
‘’Ohayou
mo,naru-chan!!’’jawab mereka serempak.Naruto tersenyum lebar dan mengedarkan
pandangannya.
‘’mana teme?’’tanya naruto polos tak
menyadari perubahan wajah teman2nya.
‘’tadi ia keluar naru-chan,katanya ke
atap’’jawab seorang pemuda berambut coklat spike.
‘’souka?arigatou ne,kiba!jaa
minna-san!’’naruto secepat kilat meninggalkan kelas.
‘’hiks..naru-chan..hiks..smpai..kapan
kau akan begini..hikss’’terdengar isakan kecil dari seorang gadis berambut
indigo yg tengah ditenangkan oleh gadis berambut pinky bermta emerald.
‘’tenanglah,hinata!aku yakin naruto
cepat atau lambat akan menyelesaikannya’’hibur sakura sang gadis pinky
tersebut.
Hinata hnya mengangguk lemah.
‘hinata
benar naru,smpai kapan kau akan terus begini?’batin sakura miris mengingat
sahabat baiknya itu.
-BACK TO NARUTO-
‘’Ha-ah,teme mana ya?aku sudah mencari nya
dari tadi tapi tidak ketemu jga’’gumam naruto.Di edarkannya pandangannya dan
terpaku pada sosok raven dan merah yang tengah bercumbu membelakangi nya.
Sesak....
Itu yang
naruto rasakan kini.Ia memang sudah tahu perihal perselingkuhan sepupu dan
kekasihnya,tpi ia hanya diam dan tak melakukan apapun.
‘’biarkan mereka sampai mereka puas’’itu
yang diucapkan naruto saat sahabat2nya hampir menghajar kedua org itu,dan
berakhir ia dipeluk oleh sahabat2nya yg menatapnya prihatin.
Dilihatnya cumbuan demi cumbuan yg
sasuke berikan pada karin,sepupunya sendiri.Ia hanya diam melihat adegan
itu,tak menangis ataupun pergi.
‘’aishiteru yo,saske’’karin mengalungkan
tangannya ke leher sasuke.
‘’hn,aishiteru mo,karin’’balas sasuke
masih tak menyadari kehadiran naruto di belakangnya sedangkan karin tersenyum
penuh kemenangan yg ditujukan pada naruto.
Tak berkata apa2,naruto meninggalkan
pasangan sejoli itu sejauh mungkin.
‘Tak
cukupkah cobaan ku selama ini ?tuhan,apa salahku?’batinnya menambahkan.
Setelah dirasa jauh,naruto duduk di bawah
pohon belakang sekolah.Ia memeluk lututnya erat seraya memejamkan matanya
keras.
‘’Tuhan,sebenarnya apa salahku ?’’lirihnya
pelan sembari tersenyum miris.
‘’salahmu adlh kau terlalu sabar,naru’’sebuah
suara mengejutkannya,dilihatnya seorang pemuda berambut merah maroon yg
menatapnya datar.
‘’senpai?’’naruto kenal pemuda
ini,senpainya kls 12,Sabaku Gaara.
Gaara mengulurkan tangannya pd Naruto.
“berdirilah’’suruh gaara
Naruto hanya menuruti nya dan menyambut
uluran tangan gaara seraya menepuk roknya yang terkena debu.
‘’untukmu”gaara menyerahnya sebuah sapu
tangan berwarna hijau muda dengan lambang keluarga Sabaku di ujungnya.
Namun naruto tak menunjukkan respon
apapun.Gaara yg melihatnya hanya menghela nafas pelan,diraihnya tangan Naruto
dan memberikan sapu tangan nya.
“jangan sia-siakan air matamu itu untuk
pemuda seperti sasuke”ucap gaara sebelum pergi.Naruto yang mendengarnya hanya
menunduk,bahunya bergetar diikuti isakan halus.
“arigatou,senpai”lirih naruto pelan
meremas rok nya pelan.
“tuhan,jika memang aku tak dapat
merelakan sasuke,buat aku melupakannya”ucapnya memejamkan matanya keras.
Akhirnya naruto memutuskan untuk ke kelasnya
karena kelas sdh di mulai 10 menit yang lalu.
“summimasen sensei,maaf saya
terlambat”naruto menundukkan kepalanya di hadapan seorang guru berambut perak
yg menatapnya datar.
“ya,kau boleh masuk,Uzumaki-san”kata
kakashi mempersilahkan salah satu murid kesayangannya.
“arigatou,sensei”dgn cepat naruto
mendudukkan dirinya di bangkunya.
-SKIP TIME (saat istirahat)-
‘’naru!kau
knp?”tnya sakura cemas melihat naruto yg dr tdi melamun.
“NARUUU!!”teriak
ino tepat di telinga naruto.
“huwaa!kau
knp,ino?”kata naruto meringis memegangi pantatnya yg terjatuh akibat teriakan
ino tadi.
“kau
melamun,baka!”tukas ino menatap naruto tajam.
“hehe,gomen
ne!abisnya kan aku harus memikirkan ujian yg sebentar lagi akan tiba”bohong
naruto pada sahabat2 nya.
‘naru...sampai
kapan kau akan bertahan?’batin mereka miris melihat betapa tegarnya sahabat nya
ini.
Tak lama kemudian sasuke datang
bersama karin.
“hei,dobe!”panggil
sasuke.
“hmm?”naruto
menoleh.
“kau bilang
kau ingin ke Ichiraku kan?bagaimana jika pulang sekolah nanti kita ke Ichiraku
?”tawar sasuke lembut pada ‘kekasihnya’ itu.
“hontou
ni?arigatou,suke!”seru naruto senang.
Karin yg melihatnya hanya menatap
naruto tajam dan sakura,ino,tenten dan hinata menatap karin tajam.
-SKIP TIME-
Akhirnya saat yang di tunggu-tunggu
telah tiba.Ia akhirnya bisa ke Ichiraku bersama kekasihnya dan hanya mereka
berdua.Tapi harapannya pupus saat melihat sasuke mengajak karin.Sakit hati
naruto melihanya tapi ia hanya bisa memasang topeng ceria nya sebaik mungkin.
Dan mereka juga tak menyadari
jika sakura,ino,tenten dan hinata mengikuti mereka.
“dasargadis brengsek”umpat ino pelan.
“tak tahu malu”lanjut sakura menatap karin
penuh kebencian.
“teman2 tenanglah”nasehat tenten berusaha
menenangkan ino dan sakura yg tengah emosi.
-BACK TO SASUNARUKARIN-
“baiklah!ayo berangkat!”seru naruto keras.
“pelankan
suaramu,dobe”hardik sasuke menutupi telinganya.
Sakura,ino,tenten dan hinata masih
mengikuti naruto dan sasuke.Namun,karin tahu jika mereka diikuti dan ia pun
menggandeng tangan sasuke dengan mesra.Sasuke pun membalasnya tpi pandangannya
masih memandang ke depan.
Karin yg melihatnya menyeringai dan
menatap sakura dgn senyuman kemenangan yg tercetak di wajahnya.
“damn!she’s like bitch!”hampir saja
sakura keluar dr tempat persembunyiannya kalau tenten tdk menahannya.
“tenanglah,sakura!kita serahkan semua nya
pd naru,aku yakin ia bisa mengatasinya”nasehat tenten.
“lihat lah tenten!ia tersenyum tpi hatinya
terluka!ia sdh ckup terluka!aku tahu ia kuat tpi ia jga memiliki batas!”racau
ino sedikit frustasi.
“ino benar tenten,naru sudah terlalu
tersakiti”lirih sakura menatap sosok sahabatnya itu sendu.
“Hey!aku merasa seperti selir disini”cibir
naruto menatap karin sinis.
“apa maksud
omonganmu naruto?!!”tanya karin berang.
“dobe,apa maksudmu?”sasuke menatap naruto
tajam,seakan meminta penjelasan.
“oi!oi!aku hanya bercanda,okay?”naruto
berjalan sendiri meninggalkan karin dan sasuke di belakang.
‘mereka
pikir,aku tidak tahu jika tangan mereka saling bertautan’pikir naruto miris
namun wajahnya tetap ceria.
-SKIP TIME-
“arigatou,ne!karin,sasuke!hati2
ya!”seru naruto keras.
“Tadaima”teriak
naruto kencang.
“okaeri,naru-chan”sahut deidara tersenyum
lembut.
“aku masuk
kamar dlu ne”dengan langkah gontai naruto memasuki kamarnya nmun kyuubi
menghalangi jalannya.
“kyuu-nii?”
“putuskan
laki-laki brengsek itu naru”kyuubi menatap naruto tajam tpi terdapat raut
kekhawatiran di tatapan matanya.
Naruto hanya tersneyum sendu mendengarnya.
“kita lihat saja nanti kyuu-nii”ucap naruto
memasuki kamarnya
-NARUTO
POV’S-
“Uhuk...Uhuk..”kupandangi tanganku yang
dipenuhi darah ku sendiri.Ya,aku sakit.Minggu lalu aku memeriksakan kesehatanku
ke dokter dan katanya aku mengidap kanker stadium 3.Ironis bukan ?
“Tuhan,waktuku tidak lebih dari satu
bulan,aku mohon...buat aku bahagia”lirihku pelan sembari menggenggam rosario
perak pemberian sasuke dulu.
“suke,uhuk!jika
memang..uhuk!aku tak dapat merelakanmu..uhuk..relakan aku suke..”mataku makin
tertutup dan akhirnya,,aku pingsan.
-SKIP TIME-
“sudh pagi ya?”aku segera menuju kamar
mandi,hendak membasuh darah yang masih melekat di tangan ku.
Kulihat pantulan diriku di kaca.
“kau sangat
jelek kawan”ucapku tersenyum miris.Kulitku makin memucat dan rambutku pun
banyak yang rontok.Kata dokter,itu efek samping dr kanker ku ini.
“ITTEKIMASU!!”seruku kencang.
Tak terasa
15 menit terlewati,kini aku tengah menuju kelasku,1-1.
“ohayou”ucpku sembari mengulum senyum.
“ohayou
naru-chan”setidaknya aku masih memiliki teman yg baik.
Aku tersenyum dan menghampiri sahabat2ku.
“apa
maksudnya ini naru?!!”sakura menunjukkan hasil tes kesehatan ku kmrin.Dari mana
ia mendapatkannya?
“kau lupa?dokter yang kau datangi itu
adalah ibuku!ingat?!!”dia benar.Tsunade adlh dokter yg kukunjungi kmrin dan ia
adlh ibu dr sakura.Aku merutuk pelan karena lupa memberi tahu Tsunade-san utk
merahasiakannya dari sakura.
“ha-ah,kau sudah tahu skrng.Ikut aku”aku
menarik tangan sakura keluar kelas.Tenten,hinata dan ino mengikuti ku.
-DI ATAP-
Aku menghela nafas sejenak.Merasa bimbang
apakah tidak masalah jika aku memberitahu mereka ?
“aku sakit,kanker stadium 3”ucapku miris
“hiks..mengapa
kau tak menceritakannya pd kami?hiks..aku sahabat yg buruk..hiks..”sakura memelukku
erat sembari menangis kencang.Ino,tenten dan hinata pun tmpk sngat bersedih.
“waktuku tak lebih dari sebulan
sakura”lirihku pelan menatap sahabat2ku yg tengah terkejut.
“a-apa?!!”
“ini kanker yg ganas,teman.Aku ... mungkin
tak akan hidup lebih dr sebulan”ucapku tersenyum miris sembari menangis tnpa
suara.
“ini tidak adil!!hiks..tuhan!kekasihmu
mengkhianatimu naru!dan kau masih bisa tersenyum?hiks..naru..”aku tersenyum
pahit mendengar teriakan ino yg menghambur memelukku.
“maka dari itu,aku minta...bahagiakan aku
teman2.Bahagiakan aku selagi aku masih bernafas”kataku memejamkan mata
sementara air mata masih mengalir dengan deras dr mataku.
“hiks!naru!hiks...!”kini,atap
tempat kami biasa bersenda gurau dipenuhi oleh isakan dan raungan yg
menyedihkan dr sahabat2 ku.
10 Menit kamudian...
“teman2,jangan
beritahu siapapun oke?”aku menatap sakura,ino,tenten dan hinata yg hanya
mengangguk lemah.Aku tersenyum pahit.Aku jga msih ingin hidup,tpi aku
sadar...Aku tak bisa mencegah kematian.
“uhuk!uhuk!”aku terbatuk dan darah kental
keluar dari mulutku,kepalaku mendadak pusing dan kesadaranku perlahan
menghilang.Hal terakhir yg kuingat adlh teriakan sahabat2ku.
-UKS-
“enghh”perlahan kubuka mataku.Tembok putih
dan bau obat2an.
‘pasti ini di UKS’pikirku.
“sudah sadar?”aku menoleh dan mendapati
gaara-senpai yg memandangku datar.Aku hnya mengangguk singkat.
“teman2mu sudah masuk kelas.Aku yg
menyuruhnya krn mereka ngotot ingin menemanimu”gaara-senpai memberiku segelas
air putih.
“arigatou
senpai”ucapku tulus.
-GAARA POV-
Aku menghela nafas pelan mendengar ucapan
terima kasih dr mulut naruto.Tak bisa kubayangkan bagaimana penderitaan nya
selama ini.Kekasihnya mengkhianatinya,org tuanya jga sudh meninggal dan ia masih
bisa tersenyum layaknya hidup nya bahagia?
“kau sakit,benar bukan?kanker stadium
3,apa aku benar?”ucpku datar menatap naruto yg terkejut.
“da-dari mana senpai tahu?”tanya nya dgn
nada yang..terlihat gemetar,mugnkin?
“tidak sulit
menyelidiki orang yang aku cintai”jawabku menatapnya lembut.
-NARU POV-
“tidak sulit
menyelidiki orang yang aku cintai”jawab gaara senpai sukses membuatku terkejut.
“a-apa?!”sungguh!lelucon ini tidak lucu!
“ini bukan
lelucon,karena aku sudah lama mencintaimu naru,sejak pertama kali kita
bertemu”gaara senpai mendekatiku.
“aku bersedia membuatmu bahagia,asal kau
mau menjadi pendamping hidupku,bagaimana?”
“tu-tunggu!apakah
ini pelamaran secara tidak langsung?”ucapku gugup sembari menyembunyikan rona
merah di kedua pipiku.Jantungku berdetak kencang saat melihat nya tersenyum
lembut seperti itu.
“jika kau menganggapnya begitu”gaara
senpai membelai surai pirangku lembut.
“senpai”panggilku lirih
“ya?”
“apa kau yakin bisa membahagiakan ku?”lirih
ku menatapnya ragu.
“aku yakin,”gaara senpai mengangguk mantap
“Hiks..aku harus bagaimana?hiks..aku
mencintai sasuke,tpi..hikss..”
GREB
Ku rasakan seseorang memlukku
lembut,sementara aku masih terisak pelan aku tahu kalau gaara senpai lah yg
memelukku.
“naru,putuskan
sasuke dan jadilah milikku.Bagaimana?”aku mendongak.Kulihat gaara senpai serius
dengan perkataan nya dan aku tak melihat kebohongan di kedua mata indahnya itu.
Aku mengangguk singkat dan gaara senpai
kembali memelukku erat.Aku merasa terluka karena mengingat kenangan ku bersama
sasuke dulu namun aku tahu setidaknya ini membuatku sedikit melupakannya.
“ne senpai..”panggilku pelan.
“hmm?”
“apa yang harus aku katakan pada mereka
?”tanya ku menunduk membayangkan wajah sahabat2 ku.
Gaara-senpai melepaskan pelukannya dan
menatap ku lembut.
“biar aku yang akan menjelaskan nya pada
mereka,naru”aku terisak pelan.Aku berharap lelaki didepanku tak akan pernah
menyakitiku seperti yang sasuke lakukan padaku.
“baiklah”aku mengangguk singkat dan beranjak
menuju kelas ku.
“akan kuantar”ucapnya menggandeng tangan
kanan ku erat.
‘Tuhan,jika memang pria ini bisa membuat ku
bahagia maka aku bersedia untuk mati dengan tenang.’batinku menatap
gaara-senpai yg tengah menatap lurus ke depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar